Antrian Panjang BBM Subsidi, Diduga Barcode Digunakan Pengangsu Yang Berulang ulang

Berita415 Dilihat

PAITON, Probolinggo – Antrean panjang kendaraan pengisi BBM subsidi jenis pertalite kembali menjadi sorotan di wilayah Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah warga menduga distribusi pertalite subsidi di SPBU Pertamina 54.67207 Paiton yang berada di jln raya dusun krajan sumberanyat,tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat yang berhak, melainkan diduga banyak diserap oleh tengkulak menggunakan barcode secara berulang hingga melebihi kuota yang ditentuka

Pertalite Habis dalam Hitungan Jam

“Setiap kali truk tangki Pertamina datang membongkar muatan, dalam hitungan jam Pertalite langsung habis. Kami warga Maniis kesulitan mengisi bahan bakar untuk motor harian kami. Di sisi lain, antrean justru didominasi oleh motor-motor sport tua seperti Suzuki Thunder dan Yamaha Vixion yang tangkinya sudah dimodifikasi,” ujar salah satu warga yang enggan di sebut namanya dengan nada geram saat ditemui di sekitar lokasi.

Warga yang tidak mau disebut namanya menambahkan, modus operandi yang berjalan di SPBU tersebut sudah tergolong rapi dan terorganisir. Tidak hanya sepeda motor bertangki jumbo, armada mobil jenis pick-up dan sedan juga terlihat keluar-masuk area dispenser pengisian hingga berkali-kali dalam sehari setelah di telusuri oleh time media ada dugaan kuat yang menjadi ketua peguyuban sebut saja namanya yang akrab di sapa “IMBRON”

Kendaraan roda empat tersebut mengisi tangki hingga penuh (full tank), lalu bergeser ke tempat sepi tidak jauh dari area SPBU. Di sana, bahan bakar disedot kembali menggunakan selang ke dalam jeriken berkapasitas besar, sebelum kendaraan tersebut kembali mengantre.

Dugaan Penggunaan Barcode Berulang

Hasil penelusuran menunjukkan adanya dugaan kendaraan tertentu melakukan pengisian berulang menggunakan barcode berbeda. Praktik tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum tengkulak untuk mengumpulkan pertalite subsidi dalam jumlah besar sebelum dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Warga menilai pola antrean yang terjadi tidak wajar karena sebagian kendaraan terlihat kembali mengantre setelah melakukan pengisian. Dugaan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap penggunaan QR Code atau barcode pembelian BBM subsidi.

“Kami berharap ada pemeriksaan data barcode dan CCTV SPBU agar jelas siapa saja yang melakukan pengisian berulang,” kata seorang warga lainnya.

Fenomena Lama yang Kembali Dikeluhkan

Keluhan terkait distribusi BBM subsidi di wilayah Paiton bukan hal baru. Pada tahun-tahun sebelumnya pernah muncul laporan masyarakat mengenai dugaan penjualan BBM subsidi kepada pengepul dalam jumlah besar yang memicu kelangkaan bagi pengguna yang berhak.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebelumnya menyatakan bahwa kebutuhan pertalite di wilayah Probolinggo mengalami peningkatan dan telah mengusulkan tambahan kuota kepada Pertamina guna mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat.

Masyarakat Minta Pengawasan Diperketat

Masyarakat meminta Pertamina, BPH Migas, serta aparat penegak hukum melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi pertalite subsidi di SPBU 54.67207 sumberanyar Paiton . Mereka berharap dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang diduga menggunakan barcode ganda maupun pihak-pihak yang diduga menimbun BBM subsidi.

Apabila dugaan penyalahgunaan tersebut terbukti, warga meminta adanya tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima manfaat.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPBU sumberanyar Paiton, Pertamina maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan barcode melebihi kuota dan cepat habisnya stok pertalite subsidi sebagaimana dikeluhkan warga.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengelola SPBU, Pertamina Patra Niaga, serta aparat penegak hukum untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.

….. Bersambung (Red)

: