Peringatan Pertempuran Lima Hari ke-81, Ribuan Peserta Bakal Padati Tugu Muda Semarang

Berita687 Dilihat

 

SEMARANG, TALIGAMA.ORG – Pemerintah Kota Semarang bersiap menggelar peringatan yang ke-81 Pertempuran Lima Hari di kawasan Monumen Tugu Muda dan halaman Museum Mandala Bhakti, Rabu (14/10/2026). Lebih dari 2.000 orang diperkirakan terlibat dalam kegiatan yang menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peserta yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari peserta upacara, TNI-Polri, taruna, pelajar, mahasiswa, relawan hingga tamu undangan. Peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengajak masyarakat untuk turut hadir bersama keluarga. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk mengenang kembali pengorbanan para pejuang yang gugur dalam pertempuran bersejarah di Kota Semarang.

Pertempuran Lima Hari Semarang berlangsung pada 14–18 Oktober 1945. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan besar para pejuang.

Rangkaian peringatan tahun ini akan diisi dengan upacara, napak tilas, pembacaan sejarah, serta pertunjukan teatrikal yang menggambarkan kembali suasana perjuangan di Kota Semarang. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal sejarah dari buku, tetapi juga memahami nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang diwariskan para pahlawan.

Seiring pelaksanaan kegiatan, Dinas Perhubungan (Dishub) akan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Tugu Muda pada Rabu (14/10/2026), mulai pukul 17.00 WIB.

Penutupan arus akan dilakukan di sejumlah titik strategis, yakni di depan LP Wanita Bulu, Simpang Kariadi, Simpang Eka Karya Pandanaran, serta Simpang Paragon.

Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan untuk mendukung kelancaran acara sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan peserta maupun masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Warga yang hendak menghadiri peringatan diimbau memperhitungkan waktu perjalanan dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Pengguna kendaraan juga disarankan menghindari kawasan yang terdampak penutupan apabila tidak berkepentingan menuju lokasi kegiatan.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, panitia menyediakan sejumlah kantong parkir yang dapat dimanfaatkan masyarakat, yakni di kawasan Pasar Bulu, Udinus, Gereja Katedral, dan Ruko Pandanaran.

Pengguna transportasi umum diharapkan memperhatikan informasi perubahan rute sebelum melakukan perjalanan agar tidak terkendala selama berlangsungnya kegiatan.

Pemerintah Kota Semarang mengharapkan partisipasi masyarakat dapat menjadikan peringatan Pertempuran Lima Hari bukan hanya sebagai agenda tahunan, melainkan juga momentum memperkuat kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan.

Di tengah perkembangan zaman, perjuangan para pahlawan menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan, merawat kemerdekaan, dan membangun daerah merupakan tanggung jawab bersama.

Peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari Semarang diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menengok sejarah sekaligus meneruskan semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.

(AGS “Kaperwil Jateng”)

Tinggalkan Balasan